Latest Post

PANDU TIRTA Adalah jenis usaha Depot Air Minum Isi Ulang, dikarenakan semakin banyaknya air yang tercemar di wilayah Gemolong dan sekitarnya membuat sang owner PANDU TIRTA (Indri Tri Jatmiko) mempunyai sebuah pemikiran untuk membentuk sebuah usaha atau bisnis air bersih, bertempat ditengah-tengah kota gemolong yang tepatnya dibarat RSUD Gemolong membuat PANDU TIRTA sangat mudah dikenal.

Berawal dari tetanga-tetangga disekitar rumah sebagai pelanggan, kini PANDU TIRTA diusia yang baru 5 bulan sudah meluas hingga ke pinggiran kota Gemolong, dengan fasilitas siap antar berapapun permintaan air yang diinginkan membuat usaha ini semakin disukai oleh pelanggannya. 
PANDU TIRTA melayani pembelian air mineral dan RO baik dalam kemasan, galon maupun juga air Jiregen. Segar, Alami, Sehat dan Higenis adalah motto dari perusahaan kami.

Ø  Segar karena memang setiap selesai minum air dari PANDU TIRTA badan terasa segar apalagi setelah beraktivitas seharian.
Ø  Alami, air dari perusahaan kami alami dari pegunungan yang sudah disaring dengan sedimikian rupa, sehingga bersih tanpa bahan-bahan kimia.
Ø  Sehat karena setiap manusia membutuhkan sekurang-kurangnya 8 gelas air untuk tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Ø  Higenis, karena memang harga yang kami tawarkan sangat terjangkau untuk segala lapisan masyarakat.


Demikian sedikit profil usaha Depot Air Minum Isi Ulang yang dapat kamai sampaikan, semoga menjadi awal kebangkitan untuk memajukan perokonomian umat Islam. Aamiin ..........
INFO KAJIAN BDS
IKUTILAH ⁠⁠⁠ KAJIAN UMUM
GRATIS PUTRA PUTRI

IN SYAA ALLAH
SENIN
10 Oktober 2016
Waktu : 19.30 WIB - Selesai
Tempat : Masjid Al Ikhlas Gemolong(Selatan RSUD Gemolong)
Bersama : Ustadz ABDULLAH MANAF AMIN (Dosen Ma'had 'Aly Annur Sukoharjo)

TEMA
Seputar Fikih Islam

Datanglah dengan mengharap Ridho Allah Ta'ala semata.
"Barangsiapa menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan untuknya jalan
menuju Surga" HR. Muslim No.2699

Baraakallahu Fiikum

BDS (BALAI DAKWAH SRAGEN)Sekretariat : Kompleks Masjid Al-Ikhlas Gemolong (selatan RSUD) Ngeseng Rt. 03 Gemolong Sragen Jawa Tengah No Hp. 0812-261-361-12

SIAPKAN INFAQ TERBAIK ANDA !
Bagi yang ingin berdonasi untuk pengembangan dakwah BDS bisa transfer ke :
BANK BRI KCP Gemolong
No rek. 0559-01-005580531
An. Feri Andianto

BCA KCU Slamet Riyadi
No Rek. 0151926109
An. Feri Andianto

Mandiri Syariah KCP URIP SUMOHARJO
No Rek. 7093659966
An. Feri Andianto

Konfirmasi transfer hubungi 0812-261-361-12


♻♻♻♻♻♻♻
Join Telegram https://tlgrm.me/BalaiDakwahSragen
Situs Resmi http://www.balaidakwahsragen.com
Fb. Balai Dakwah Sragen
Email. balaidakwahsragen@gmail.com
Whatsapp 0812-261-361-12
Takmir 0812-1526-264
Jadwal Kajian Rutin Semasa Masjid Al Ikhlas Gemolong

Senin malam selasa Ahad Pertama
 Pemateri ustadz Tri Asmoro Kurniawan
Tema Keluarga Sakinah

Senin malam selasa Ahad kedua 
Pemateri Ustadz Abdulloh Manaf Amin
Tema fikih Islam

 Senin Malam Selasa Ahad Ketiga 
 Pemateri Ustadz Abu Fatiah Al Adnani
Tema Akhir Zaman

Senin Malam Selasa Ahad KeEmpat
Pemateri Ustadz Abdulloh Manaf Amin
Tema fikih Islam

Foto : BDS Media

Rapat Koordinasi Pengurus : BDS berupaya melayani ummat lebih luas lagi. SRAGEN (04/09/2016). Setelah dilaunching pada tahun 2015, Balai Dakwah Sragen (BDS) berupaya mengembangkan luasan wilayah dakwah dalam setiap kegiatannya. Dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan semalam (04/09) dibahas kembali kegiatan - kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan kedepan.
Ayo ikuti..... 
Kajian rutin SeMaSa dengan tema >>>

"Menghadapi  Konflik Keluarga Bag II"

🔊Bersama 🔊
Ustadz Tri Asmoro Kurniawan ( Konsultan  Keluarga  Sakinah)

🎙Moderator
➡ Ustadz Syaiful Arif ( Penyiar Radio Hiz FM  dari Sragen)

🗓Senin, 05 September 2016

⏲19.30 - Selesai

🕌Masjid Al Ikhlas Gemolong (Selatan RSUD  Gemolong)

📎ajak teman dekat,keluarga,....dan saudara muslim.

✔agar menambah amal JARIYAH  kita,bantu share.....
➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
♻ BDS (BALAI DAKWAH SRAGEN)♻

📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/BalaiDakwahSragen
💻 Situs Resmi http://www.balaidakwahsragen.com
📲Fb. Balai Dakwah Sragen
📧Email. balaidakwahsragen@gmail.com
📱Whatsapp 0812-261-361-12

📜📜Ustadz  Abdulloh Manaf Amin

#Antara orang Jelek dan Baik #

Sebagaimana di jelaskan oleh Alloh SWT  dalam Al Quran  surat Al Anfal  (8) : 55

إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٥٥﴾

"Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling buruk dalam pandangan Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka tidak beriman."

Sejelek  jelek manusia (makhluk  Alloh) menurut keterangan di atas Yakni orang orang  yang  tidak beriman(kafir)  meskipun orang itu baik, tidak pernah mencuri, tidak pernah bohong, dan lain sebagainya

Dalam keterangan lain
Al Quran  surat Al A'raf (7): 179

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ ﴿١٧٩﴾

"Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah."
(Q.S.7:179)

Jadi orang jelek itu adalah  orang kafir. Akan tetapi orang baik itulah  orang -orang yang bertaqwa meskipun di dunia pernah melakukan zina, mencuri, dan lain sebagainya.

Sebagaimana  firman Alloh SWT
QS Add-Dzariyat(51):15-18

إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَعُيُونٍ ﴿١٥﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air,"(Q.S.51:15)

ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ﴿١٦﴾

"mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik;"
(Q.S.51:16)


كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ﴿١٧﴾

"mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;"(Q.S.51:17)
وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿١٨﴾

"dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah)."(Q.S.51:18)
KamSo Bersama Ust. Hasan

Ibnu Qoyyim Al Jauziyah menuturkan peringkaslah doamu dengan perbanyak istigfar karena apabila hati sudah bersih maka Allah akan mengabulkan permintaan hamba.



Adab-adab dalam Berdoa:
1.Ikhlas
Tidak berdoa keculi kepada Allah semata. Sebagian dari ibadah itu berupa doa.
QS. Yunus : 106
QS. Al Mu’min : 60
Hadits “Apabila kamu meminta, mintalah kepada Allah saja dan jika kami memohon maka memohonlah kepada Allah saja” (HR. Bukhari dan Muslim).
Meminta: bisa kepada siapa saja
Memohon: hanya kepada Allah
Berdoa adalah wujud bahwa kita masih meminta pertolongan kepada Allah.
2. Memilih waktu yang mustajab
- 1/3 malam yang terakhir
Allah turun di langit bumi di saat 1/3 malam terakhir.
- saat berpuasa
Siam tidak hanya menahan lapar, haus dan tidak berhubungan suami istri namun lebih dari itu, menahan dari hawa nafsu dari dirinya sendiri.
- antara adzan dan iqomah
Hadits “Tidak ada pemisah antara hamba dan Rob-Nya di saat adzan dan iqomah”. Hadits ini bersifat khusus menyebutkan keutamaan berdoa diwaktu tersebut. Dalil umum berlaku ketika doa setelah sholat, berdoa setelah berbuat kebaikan.
- saat sujud
- saat safar
- ketika turun hujan
Dalam keadaan itu setiap manusia akan merasa khawatir akan cuaca.
- wukuf di padang Arafah
3. Berdoa dengan mengangkat kedua tangan
“Ketika ada makhluk menengadahkan tangan seraya berdoa sampai diturunkan tangannya tidak terkabulkan doannya maka Allah merasa malu”
“Jikalau berdoa kepada Allah maka tengadahkan tangan dengan bagian dalam tanganmu”
4. Memulai dengan memuji Allah dan bersolawat kepada Rosul
5. Berdoa dengan suara yang lirih
QS. Al A’raf:55
Hadits “ Dari abu musa ra, ia berkata : bahwa suatu saat para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan: Wahai manusia, rendahkanlah suara kalian, sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada zat yang tuli. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat”
6. Berdoa dengan khusyuk
 QS. Al Anbiyaa: 90  “....sesungguhnya mereka adalah orang0orang yang selalu bersefera dalam mengerjalan perbuatan kebaikan...”
7. Tidak tergesa-gesa
Hadits qudsi “Akan senantuasa di kabulkan da seseirang selama tidak tergesa-gesa, dia mengatakan aku telah berdoa akan tetapi belum dikabulkan” HR. Bukhari & Muslim
8. Tidak mendoakan keburukan
Dari jabir ra. Rosulullah SAW bersabda :”Janganlah kamu berdoa keburukan atas dirimu sendiri, atas anak-anakmu, atas pembantumu dan atas harta-hartamu. Karena andaisaja doa itu bertepatan dengan saa’tul ijaabah (waktu ijabah) maka pasti doa itu akan dikabulkan” HR. Muslim IV/2304
            Lauhq mahfud
            Saat di dalam kandungan
            Saat lailatul qodr
            Di setiap saat
9. Menjaga dari yang haram
Perhatikan usaha kamu niscaya akan terkabulkan dia kamu. Sesungguhnya tidaklah seseirang yang memasukkan kedalam mulutnya dari yang haram, kecuali tidak akan terkabulkan doanya selama 40 hari” HR. Shahih Muslim al Kabair 128, Ath Thabrany 6495, Al Haitsamy




Di Ji’ranah hari itu ada kecewa. Ada kebijakan Rasulullah yang tak dipahami.

Ada keputusan yang disalahmengerti. Sangat manusiawi kelihatannya. Orang-orang Anshar merasa disisihkan selepas perang Hunain yang menggemparkan.

Mereka telah berjuang total. Mereka berperang di sisi Rasul dengan penuh kecintaan. Tapi, harta rampasan perang lebih banyak dibagikan pada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah Arab lainnya. Sementara pada mereka, seakan hanya memperoleh sisa.

Padahal, semua orang tahu, sebagaimana Rasul pun juga mengetahuinya: merekalah yang berjuang dengan sepenuh iman ketika orang-orang Quraisy dan kabilah Arab itu lari tunggang langgang pada serangan pertama pasukan Malik bin Auf An-Nashry.

Maka, hari itu di Ji’ranah, ada yang kasak-kusuk, ada yang memercikan api, “Demi Allah, Rasulullah saw telah bertemu kaumnya sendiri!” Kalimat itu jelas sarat kekecewaan.

Hari itu juga utusan Anshar, Sa’d bin Ubadah menemui Sang Rasul. Hatinya gusar. Ia ingin segera sampaikan apa yang dirasakan sahabat Anshar pada beliau. Ada yang mengganjal di hati, tapi (mungkin) mereka anggap tak layak untuk disampaikan. Sa’d bin Ubadahlah yang memberanikan diri.

“Ya Rasulullah, dalam diri kaum Anshar ada perasaan mengganjal terhadap engkau, perkara pembagian harta rampasan perang. Engkau membagikannya pada kaummu sendiri dan membagikan bagian yang teramat besar pada kabilah Arab, sementara orang-orang Anshar tidak mendapat bagian apapun.”

Kita menangkap protes itu disampaikan dengan lugas tapi tetap santun. Ada kecewa, tapi iman mereka mencegahnya dari sikap yang merendahkan. Ada ganjal di hati, tapi bukan amarah tak terkendali.

“Lalu, kamu sendiri bagaimana Sa’d?” tanya Sang Rasul.

“Wahai Rasulullah, aku tidak punya pilihan lain, selain harus bersama kaumku.” Jawab Sa’d menjelaskan perasaannya. Jujur. Apa adanya. Ia tidak menutup-nutupi bahwa dirinya juga kecewa. Rasulullah lalu meminta mengumpulkan semua orang Anshar. Pada mereka Rasul menenangkan.

“Bukankah dulu aku datang dan kudapati kalian dalam kesesatan, lalu Allah berikan kalian petunjuk? Bukankah dulu saat aku datang kalian saling bertikai, lalu Allah menyatukan hati kalian? Bukankah dulu saat aku datang, kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah mengayakan kalian?”

Orang-orang Anshar itu membenarkan. Mereka memang sedang dilanda kecewa, tapi lihatlah betapa mereka memilih diam, dan tidak balik menyerang dengan kata-kata dan argumentasi yang dapat diungkapkan.

Disebabkan iman sematalah mereka bersikap hormat pada Sang Rasul, meski mereka teramat kecewa. Saya bayangkan hari itu di Ji’ranah. Para sahabat yang mengelilingi Rasulullah.

“Demi Allah, jika kalian mau kalian bisa mengatakan, ‘Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan didustakan, lalu kami membenarkan. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan lemah, lalu kami menolongmu. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan terusir, lalu kami memberikan tempat. Engkau dulu datang kepada kami dalam keadaan miskin, lalu kami yang menampungmu.”

Saya bayangkan Rasul yang mulia menghela nafas sejenak. Dapat kita rasakan kata-kata itu menggetarkan dada orang-orang yang diliputi iman itu. Saya bayangkan tempat itu mendadak senyap, kecuali suara Rasulullah yang teduh. Beberapa sahabat mulai menitikkan airmata.

“Apakah ada hasrat di hati kalian pada dunia?” tanya Rasulullah tanpa susulan jawab dari para sahabat. Semua terdiam.

Pertanyaan itu mengetuk sisi terdalam dari jiwa para sahabat. Jiwa yang sejak semula disemai iman.

“Padahal, dengan dunia itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam.” Rasul mulai menjelaskan alasan kebijakannya.

Saya bayangkan para sahabat Anshar yang mengangguk paham dalam diam. “Sedangkan terkait keimanan kalian, aku sudah teramat percaya.” Kata-kata itu begitu dalam dan jujur.

Tetes airmata tak kuasa lagi ditahan. Terlebih ketika Rasulullah melanjutkan, “Apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang-orang lain pergi membawa onta dan domba, sementara kalian pulang bersama Rasul Allah?”

Sebuah perbandingan yang kontras. Kesadaran itu hadir tidak tiba-tiba. Tangis para sahabat meledak. Jika bukan karena iman, kekuatan apa yang mampu menghadirkan kesadaran setelah kekecewaan? Sungguh, iman merekalah yang menyebabkan semua itu terjadi.

Kisah di atas teramat panjang. Dari dalamnya kita belajar bagaimana dalam komunitas kebaikan sekalipun, kekecewaan itu nyaris tak dapat dielakkan.

Setiap kita mungkin pernah kecewa. Sebabnya bisa bermacam-macam. Tapi sebagiannya karena kita tak persepaham dengan orang lain; apakah kelakuannya, kebijakannya, pernyataannya, perhatiannya, atau apapun. Kita pun bisa kecewa karena merasa tidak mendapat dukungan yang memadai. Kecewa itu bisa muncul dimana-mana, bahkan dalam dakwah sekalipun.

Di dalam bilik-bilik rumah bisa lahir kekecewaan. Suami kecewa pada istri atau sebaliknya, istri kecewa dengan suami. Di ruang-ruang kerja, kekecewaan dapat juga timbul. Di manapun ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kekecewaan bisa hadir tiba-tiba.

Dalam dakwah, kecewa bisa juga tumbuh bagai ilalang. Sebabnya bisa bermacam-macam. Gagasan yang ‘dianggap’ tidak diperhatikan, selera-selera yang tak sama, kebijakan pimpinan yang tak memenuhi keinginan kita, perilaku dan tindakan ikhwah, dan yang lain.

Hanya kekuatan imanlah yang mampu menjaga kita dari penyikapan yang salah saat kecewa. Sebagian di antaranya menyikapi dengan marah, kalap, bahkan bisa juga dengan ‘mutung.’ Sebagian yang lain menyikapi dengan cara-cara yang lebih arif dan bijak.

Jika kecewa datang menggerogoti, periksalah kembali orientasi kita. Selialah motif kita. Periksa pula niat-niat kita dalam beramal dan beraktivitas. Inilah saat paling tepat untuk menakar motif dan orientasi kita.

Semoga pengiring atas rasa kecewa adalah sikap lapang dada, semangat beramal yang makin menggelora, keikhlasan yang mempesona, dan penghormatan pada sesama.

Jangan biarkan, kekecewaan ditanggapi dengan aktivitas yang tidak memuliakan kita. Jangan pula sampai kekecewaan menyeret kita pada devisit iman dan juga devisit emosi.

Sedari awal, kita memilih jalan dakwah,  bukan karena ingin selalu disenangkan. Bukan pula hasrat untuk terus dimenangkan. Kadang tak semua hasrat hati mesti terturuti. Begitulah tabiat perjalanan ini; kesediaan untuk berjalan bersama, mesti diikuti lapang dada atas segala kecewa yang muncul menggoda.

Kita memilih jalan dakwah semata karena berharap ridha Allah. Seluruh rasa kecewa itu hanyalah liliput atas kerinduan kita yang besar atas keridlaan Allah.

Semoga Allah menjaga keistiqamahan kita dan menguatkan keikhlasan kita dalam beramal.
|Dwi Budiyanto| Group HSMN AYAH-ANAK 


Alhamdulillah, setelah mendapat respon antusias dari jamaah pada kajian muslimah perdana, maka kini kajian muslimah jilid 2 akan diadakan lagi pada hari ahad 20 Maret 2016. Kajian kali ini akan diisi oleh konsultan keluarga Ust Tri Asmara Kurniawan dari Solo. 



Kajian Keluarga BDS kini Live di HIZ FM. BDS (16/11) - Antusias terhadap kajian yang membahas tema keluarga menjadi suatu kebutuhan yang sangat dinanti di kalangan masyarakat luas. Balai Dakwah Sragen yang memulai kajian keluarga di Masjid Al Ikhlas Gemolong akhirnya bisa "live" di HIZ FM. Ini merupakan kerjasama BDS (sebagai Event Organizer nya), Takmir Masjid Al Ikhlas Gemolong sebagai fasilitator tempat dan HIZ FM sebagai penyiar salurannya. Acara pertama dipandu oleh Ust Syaiful Arif yang dimulai jam 20.00 sampai 21.30.
Kajian bersama Ust. Tri Asmono Kurniawan ini merupakan kajian rutin yang dilaksanakan BDS setiap Senin pekan pertama mulai jam 20.00 bertempat di Masjid Al Ikhlas Gemolong.
Tata Cara Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat Islam 2. BDS (01/10) - Setiap orang pasti akan mati. Namun perlakuan jasad seorang muslim yang meninggal harus sesuai dengan syariat tuntunan Islam. Banyak yang belum pernah melakukan pengurusan jenazah karena memang belum mengetahui ilmunya. Salah satu tahapan rukunnya adalah cara mengkafani jenazah. Inilah video tuntunan dalam mengkafani jenazah yang sesuai syariat Islam. Selamat menyaksikan semoga bisa mengambil manfaat. Amin



Tata Cara Mengkafani Jenazah Sesuai Syariat Islam 1. BDS (01/10) - Mengkafani merupakan salah satu tahap dalam mengurusi jenzah setiap muslim yang meninggal dunia. Inilah video yang menggambarkan cara mengkafani jenasah sesuai syariat Islam.




Yang Dibutuhkan Dan Tidak Saat Mengkafani Jenazah. BDS (01/10) - Alat dan bahan dalam mengkafani jenazah harus dipersiapkan sebelumnya agar kegiatan bejalan lancar. Apa saja yang diperlukan dan apa saja yang tidak diperlukan dapat anda saksikan dalam video ini. Jangan sampai kita menyediakan bahan-bahan yang tidak diperlukan, Karena selain akan mubadzir , justru yang dikhawatirkan menyalahi sunnah hingga masuk perbuatan bid'ah yang dilarang Allah. 

Ayo Jualan !

Ayo Jualan ! Jemput rizki yang telah tergantung di langit. BDS (19/09) - Alhamdulillah... 3 hari ini bisa menyiapkan sendiri bekal  makan siang sekolah untuk ketiga anak – anak saya. Bisa menyiapkan bekal makan siang bagi saya yang tak begitu pandai memasak apalagi hobi, adalah sesatu. Berangkat dari sebuah niat untuk selalu berusaha memberikan makanan yang lebih baik untuk buah hati.  Meski sebenarnya merepotkan tapi cukup membanggakan. Hmmm ...jurus mengapresiasi diri sendiri.
 Sepulang sekolah selalu kroscek ulang apakah bekalnya dimakan dan dihabiskan.  Mereka bertigapun  berebut   saling melapor. Seperti biasanya , kakaklah yang selalu memberikan laporan  menyenangkan .He..eh..
 “ Ummi, tadi keripik jamurnya habis ! “ , seru sang kakak
 “ Bagus ,dong”.  Jawabku sambil beres – beres di meja dapur. “  Bekal yang sudah dimasak  ummi  harus dihabiskan  semua, ya.”
 “Temanku padha minta , Mi.Jadi habis tak bagikan “
Si kembar , Hammaad  menambahkan , “aku ya iyaa,...tak bagi – bagi ke temenku “
Si kembar , Hammam   hanya menyimak sambil melirik ke kanan dan ke kiri. Memikirkan sesuatu.
Saya pun menjawab ,  “ Ya gapapaberbagi ke teman itu baik” .
Dengan penuh semangat saya melanjutkan pembicaraan. “ Berarti temanmu suka keripik jamur dong . Oooh, gini aja ummi buatkan keripik jamur lagi yang agak  banyak. Tapi sebagian dijual , ya ? “
Mereka bertiga saling melirik dan memikirkan sesuatu. Bingung mau menjawab apa..
 “ Ummi, jualan itu berat lho , Mi ! “, komentar sang kakak kembali.
 Welah, komentar yang tak terduga dari anak  yang baru genap berumur 9 tahun pada bulan november  tahun ini. Nah, kalau sudah begini   mulailah saya memasukkan prinsip - prinsip hidup..ciee.
 “ Berat gimana ?   Eh, tapi jualan itu pintu rizki, Dik. Allah akan memberikan rizkinya untuk kita kalau  berjualan. “ .
 Anak pertama saya ini  memang sejak kelas 1 sudah berlatih jualan. Mulai dari vitamin anak yang diecer sampe jualan parfum. Meski jualannya belum betul dan belum menghasilkan   , tapi saya senang karena dia sudah mau menempuh proses berjualan.   Makanya dia bisa berkomentar kalau jualan itu memang sebenarnya ga mudah. Tiba tiba adik si kembar,  Hammad yang secara karakter  memang sangat derma  ke teman – temannya  nyeletuk, “  Ga usah dijual , Mi. Keripiknya di bagi – bagi saja “.
Haiyach, sayapun tersenyum.   Saya tahu itu  jawaban bijaksana sebagai  strategi  halus untuk menolak berjualan.  “ Iya, kadang kita bagi – bagi ke teman. Tapi sebagian juga harus dijual “
“Ga papa , Mi. Aku mau jualan, tapi uangnya untuk aku semua, he..he” , sambil menunjukkan jari ke dadanya si kakak  ngeloyor pergi ke kamar.  
“ Boleh. Tapi, ummi juga dikasih sebagian ya. Misal, nanti dapat  sepuluh ribu, yang lima ribu dikasihkan  ummi. Yang lima ribu dibagi buat kalian bertiga. Gimana? “
 “ lha, kalau uangnya buat kalian semua , ummi beli jamur lagi pakai apa? Belum nanti untuk beli  minyak goreng, tepung , telur... “. Saya yakin semua yang saya katakan tak sepenuhnya dapat mereka pahami dengan baik. Tapi saya yakin seiring berjalan waktu mereka akan paham.
Saat kelas satu , kakak belum bisa paham apa makna “ untung dan rugi”. Tapi dia tetap jualan dengan cara anak kelas 1 SD. Di kelas tiga dia sudah menjual lebih baik dan dia mulai mengerti  kalau jualan yang betul itu uang dia harus bertambah banyak.  Akhirnya dia menemukan sendiri apa arti “untung”.
Oke!!. Lha, tapi siap ga kembar jualan ?”, melirik ke kedua adiknya.
siiip!”, sambil kulirik si kembar yang masih nampak kebingungan menerjemahkan apa yang dikatakan  kakaknya.
Seorang pentolan HIPMI ( Himpinan pengusaha Muda Indonesia) Erwin Aksa mengatakan bahwa  ,idealnya untuk menjadi sebuah negara industri maju memiliki 12 % pengusaha dari total populasi penduduknya. Jepang, Singapura, Amerika, Korea, bahkan sekarang China dan Malaysia memiliki pengusaha 5-15 persen atas populasi penduduk. Sedangkan di negara kita ada yang bilang 400 ribu pengusaha . Jumlah itu tidak ada 1 % dari  jumlah penduduknya.
Wah, kebayang nggak  negaranya kayakapa. Negara kecuali cina yang penduduknya lebih sedikit dari kita saja jumlah pengusahanya  5 sampe 15  kali dibanding jumlah pengusaha dinegara kita.  Yang  ada di kepala saya sih tiap rumah adalah  ruko. Lihat saja cina, sampai penduduk yang merantau dan menjadi pendatang di sebuah negarapun rata – rata hampir semua jadi  pedagang atau pengusaha. Bahkan mendominasi penduduk asli negara tersebut.  Seolah olah mereka lahir sudah membawa misi jualan. Bukan, maaf..., seperti kita ini, bayi yang lahir sudah terkena beban bayar hutang negara.
Kita bandingkan jumlah pengusaha di Indonesia yang jumlahnya kurang dari 1 persen. Sekarang saja sudah bisa kita lihat hampir tiap – tiap rumah dipinggir jalan berubah jadi toko kelontong. Di beberapa perkampungan yang sedang tumbuh hampir – hampir jadi rumah produksi aneka macam produk. Mulai konveksi, snack , bakery dan lain- lain. Belum lagi kalau kita punya akun online baik itu Facebook, twitter , whatsap atau BB. Banyak sekali penawaran aneka produk yang ditawarkan mencari peminatnya . Ini adalah fenomena yang sebenarnya cukup menarik dan baik.
Pertanyaannya siapa yang mau membeli ?  Hebatnya dan anehnya mereka masing – masing laku dan punya segmen pembeli masing – masing. Rizki kita sudah ada jatahnya . Dia tergantung diatas langit menunggu kita untuk mengambilnya.
Yang sudah menemukan cara mengambilnya mereka bisa merasakan.  Subhanallah, rizki tak ada habisnya. Semakin bertambah dan bertambah. Tapi yang belum menemukan jalannya, rizki itu seakan jauuuh tak teraih.
Jualan adalah salah satu jalan mengambil rizki yang tergantung tersebut.  Jangan khawatir tidak laku karena tiap tiap produk ada jodohnya. Dan jangan merasa jika diantara kita semua jadi pedagang produk kita tidak akan ada yang membeli. Manusia adalah mahkluk sosial yang saling membutuhkan. Jadikanlah sesama pedagang itu adalah patner kerjasama yang saling menguntungkan dan membutuhkan .
 Pedagang baju mereka tetap butuh obat. Pedagang obat membutuhkan baju. Pedagang baju dan obat membutuhkan pedagang handphone. Pedagang baju , obat  dan handphone membutuhkan makanan yang baik dan nutrisi sehat. Produsen membutuhkan pasukan reseller, reseller menemukan para konsumen. Konsumen membutuhkan inovasi dari produsen produsen yang kreatif. Sinergi saling membutuhkan dan menguntungkan dan roda ekonomi akan berputar.
Masih menunggu berapa lama? Segera bangun dan bergerak .  Semua orang bisa menjual dan apapun bisa dijual. Media jualan makin menarik dan target pasarpun masih sangat luas.  “ ayo , jualan ! “  untuk menjemput rizki kita yang sudah tergantung  dan disediakan di langit dan di bumi .
By Dyah Andari ( spirit dari Training Menulis Muslimah, Ayo, nulis )


.