Berita




Kajian Keluarga BDS kini Live di HIZ FM. BDS (16/11) - Antusias terhadap kajian yang membahas tema keluarga menjadi suatu kebutuhan yang sangat dinanti di kalangan masyarakat luas. Balai Dakwah Sragen yang memulai kajian keluarga di Masjid Al Ikhlas Gemolong akhirnya bisa "live" di HIZ FM. Ini merupakan kerjasama BDS (sebagai Event Organizer nya), Takmir Masjid Al Ikhlas Gemolong sebagai fasilitator tempat dan HIZ FM sebagai penyiar salurannya. Acara pertama dipandu oleh Ust Syaiful Arif yang dimulai jam 20.00 sampai 21.30.
Kajian bersama Ust. Tri Asmono Kurniawan ini merupakan kajian rutin yang dilaksanakan BDS setiap Senin pekan pertama mulai jam 20.00 bertempat di Masjid Al Ikhlas Gemolong.


Mubes BDS: Menyusun kerja dakwah BDS & soliditas internal. BDS (30/08/2015). Kebaikan yang tidak ditata dengan baik akan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang tertata rapi. Itulah salah satu semangat BDS untuk menggelar Musyawarah Besar pembahasan Program Kerja BDS kedepan. Mubes ini juga menjadi forum sinkronisasi dan membangun soliditas internal supaya kerja dakwah BDS lebih efektif dan menjangkau sekmen dakwah yang lebih luas lagi.

Mubes dilaksanakan pada hari Ahad (30/08) di RM. Sidoroso Gemolong dipimpin oleh dr. Dwi Anton Budhi Cahyono selaku Ketua BDS dan dihadiri oleh Pengurus BDS dari seluruh divisi. Mubes sehari penuh yang dimulai pukul 08.00 s/d 15.00 ini menghasilkan beberapa point diantaranya:
1. Penguatan struktur BDS dengan memperbaiki struktur kepengurusan;
2. Penyusunan program kerja jangka pendek;
3. Pembagian divisi menjadi:
    - Divisi Dakwah Multimedia
    - Divisi Pemberantasan Buta Al Qur'an
    - Divisi Kajian dan Dakwah
    - Divisi Internal Organisasi
4. Penguatan fungsi Litbang;
5. Menyepakati program kerja jangka pendek yang menjadi prioritan yaitu:
    a. Kajian Rutin Senin Malam
        Senin Pekan ke-1 bersama Ust. Tri Asmoro Kurniawan membahas tema Keluarga Sakinah
        Senin Pekan ke-3 bersama Ust. Abu Fatiah Al Adnani membahas tema Akhir Zaman
        Kajian rutin ini dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas Gemolong (Selatan RSUD dr. Soeratno Gemolong) jam 20.00 WIB
    b. Kajian Menjelang Idul Adha
        Direncakanan dilaksanakan pada hari Ahad, 13 September 2015 di Masjid Baitussalam
Gemolong pada jam 06.30 WIB, bersama Ust. Imtihan membahas tema Udhiyah (Berqurban)
    c. Training Jurnalisme Islam
        Training Jurnalisme Islam direncanakan pada bulan Oktober 2015 dengan sekmen aktifis masjid
dan rohis sekolah
    d. Program pemberantasai buta huruf Al Qur'an
        Program kajian membaca & memperbaiki bacaan Al Qur'an bagi remaja, bapak-bapak maupun
ibu-ibu.
    e. Kajian Remaja
        Kajian Remaja direncanakan bulan Desember 2015

Semoga agenda dakwah yang direncanakan oleh BDS mendapatkan kemudahan dalam pelaksanaannya dari Allah azza wa jalla dan dapat melayani ummat lebih baik lagi. (@Edysut)




 

Training Menulis  Muslimah Bersama Fosigera
Training Menulis  Muslimah Bersama Fosigera
Ahad, 23 Agustus 2015. Hari bersejarah untuk para pemimpi muslimah. Bertempat di sebuah sekolah favorit, ruang khusus bercet biru nuansakan langit dengan puluhan buah karya warna-warni siswa-siswinya. Suasana yang indah untuk pertemuan yang indah, Aula SD IT An-Nuur Gemolong. Training menulis muslimah dengan tema “Aku Berani Menulis Dan Bisa Membuat Blog”. Ijinkan saya, si pengkhayal salah satu peserta dari acara ini, yang mencoba berani menulis dan mengharap bisa jadi penulis untuk melaporkan jalannya kegiatan ini.


FOSIGERA (Forum Silahurahmi Ibu Gemolong Raya) dengan yel-yel “Inspiratif, Berani Mencoba Dan Bisa!”, Mempercayakan jabatan ketua training kepada dr. Dyah andari dari eMHa Clinic and Herbal Ketro, Tanon. Kemudian Ketua FOSIGERA ibu Ika Agustina dari TPQ Al-Fatah Hadiluwih, Sumberlawang, beserta ibu-ibu soleha anggota FOSIGERA lainnya, membuat sebuah kegiatan positif, dengan kerja aktif untuk mencari muslimah kreatif melalui menulis dan blog. Target peserta dari panitia adalah sebanyak 50 orang. Saat pendaftaran dibuka dari bulan juni sampai hari H, terdaftar 44 orang peserta diluar panitia dari berbagai kota daerah gemolong raya. Dengan berbagai usia dan pekerjaan yang beragam. Mulai dari seusia anak SMA sampai ibu-ibu beranak empat. Namun memiliki satu hobi, dan keinginan yang sama yaitu menulis.

Menulis adalah cermin peradaban sebuah bangsa dan salah satu warisan para ulama kata ibu FOSIGERA. Sedang blog adalah simbol apa yang hebat tentang internet (Cameron Barret). Keduanya dipadukan untuk meneruskan warisan para ulama, menggoreskan tinta dengan tulisan-tulisan bermanfaat melalui media modern yaitu blog. Dahulu para ulama menggoreskan tintanya pada keras, batu, tulang, pelepah kurma, bahkan bagian dari tubuhnya sendiri karena kebingungan tak ada tempat lagi untuk menyimpan ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia. Kini, teknologi semakin berkembang. Banyak wadah untuk menampung tulisan. Bukan hanya sekedar ilmu, tapi opini, curahan hati, pengalaman, resep-resep sampai tips untuk membuat sesuatu pun bisa ditulis di media apa saja yang kamu suka.

Training muslimah bersama FOSIGERA ini, menghadirkan dua pembicara dari club menulis Surakarta. Pertama beliau adalah bunda Rica Novanti dengan nama penanya Islahun Nisa. Pengisi materi satu bertajuk “ Menghidupkan kembali Tradisi Menulis Sebagai Warisan Para Ulama”. Penulis buku Muslimah Cantik Luar Dalam ini, menuturkan bahwa Sejarah umat islam itu hanya diwarnai dengan dua warna, hitam pena ulama dan merah darah syuhada. Kedua beliau adalah Bunda Laila TM, bukan Talk Mania melainkan Tri Muria. Pengisi Materi dua bertajuk “ Aku Berani dan Bisa Menulis “. Ada seuntai kata di kutip dari seorang penulis terkenal tere liye. Menulis itu ada dua cara. Satu, menulis itu gak ada aturannya. Dua, kalau menulis itu ada aturannya, maka kembali lagi kepada cara yang pertama. Disetiap kesempatanpun beliau selalu mengatakan ini, kalau mereka bilang ayo kerja, kalau saya ayo nulis.

Acara Training menulis muslimah, memiliki beberapa kegiatan pendukung. kegiatan pertama penyampaian materi seputar menulis yang disampaikan oleh penulis-penulis hebat. Ada praktek langsung pembuatan blog oleh para peserta dibantu oleh pembicara beserta segenap panitia. Dilengkapi wifi sebagai fasilitas. Kemudian ada kegiatan tanya jawab.  Dua pertanyaan disampaikan oleh dua peserta dan pertanyaan itu mewakili tanda Tanya kami dalam hal menulis. Bagaimana kalau tulisan yang kita tulis itu salah? Adakah tips-tips cara memulai untuk bisa menulis? Jawabnya pun mudah. Jangan takut salah, mintalah teman atau orang terdekatmu untuk membaca tulisanmu kemudian mintalah pendapatnya atau cari reverensi sumber-sumber yang berhubungan dengan tulisanmu. Tak ada tips khusus untuk bisa menulis, yang penting tulis saja. Banyak ide disekitar kita, begita tutur beliau. Setelah itu ada praktek menulis. Pembicara menyajikan gambar dan kami para peserta mengomentari dan dituangkan dalam sebuah tulisan sesuai pemikiran dan gaya bahasa kami. Kegiatan terakhir yang tak kalah menarik adalah pembagian doorprice.

Acara demi acara terlewati dengan baik dan lancar. Kata-kata mutiara penuh makna banyak terlontar. Pembicara yang manis lagi baik hati, dengan sabar dan semangatnya mencoba memotivasi kami. Mereka selalu mengatakan kalau menulis itu tidak perlu bakat. Menulis itu tidak perlu mood. Menulis itu tidak harus menunggu ide datang. Semua hal yang ada di sekitar kita bisa dijadikan bahan untuk menulis. Hal-hal yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-haripun bisa kita angkat dan kita catat sesuai dengan cara pandang kita. Jangan ragu karena manusia pasti punya potensi.

Target acara ini adalah menggali potensi menulis dan penguasaan media informasi bagi muslimah digemolong raya sebagai bentuk peran aktif di masyarakat. Ada banyak penulis diluar sana, tapi sedikit penulis yang mengerjakan tulisannya dengan potensinya sendiri. Seperti mengkopi paste tulisan-tulisan yang sudah ada. Perilaku ini bukan hal yang aneh lagi di masyarakat bahkan sudah menjadi hal yang biasa dan dianggap wajar. Padahal ini sama saja dengan membajak karya orang lain dan membuktikan semakin miskinnya penulis yang benar-benar telah menulis.

Kenapa harus menulis? Begitu banyak alasannya. Beberapa diantaranya adalah karena menulis adalah ibadah. Karena menulis mengikat ilmu yang akan selalu diingat dan tertanam dikepala. Karena menulis adalah amar ma’ruf nahi munkar dan karena menulis dapat meneguhkan keimanan manusia. Just write it, tulis saja apa yang ingin kamu tulis.  Jadi, mulailah menulis!! Segeralah menulis!! Bismillah.. Saya Aryani Tera Sari, dari depan layar lepi melaporkan.




Semarak Ramadhan BDS dengan Kajian Keluarga. BDS (03/07) - Ramadhan tahun 1436 H kali ini Balai Dakwah Sragen menambah suasana ramadhan menjadi lebih bersemangat dengan mengadakan kajian keluarga bersama Ustadz Tri Asmara kurniawan. Seorang ustadz solo yang sudah lama menekuni di bidang "keluarga Islam". Meski persiapan yang dilakukan cukup singkat , namun Alhamdulillah acara berlangsung cukup meriah dan bisa menghadirkan banyak peserta. Setelah melewati separuh dari bulan Ramadhan yang khusuk dengan ibadah tarawih, tilawah Al Quran, kali ini peserta disuguhi dengan kajian menarik yang mengupas berbagai sisi dari keluarga. Ada beberapa masalah yang muncul dalam keluarga dan susah mencari solusinya ternyata bisa mendapat pencerahan setelah mengikuti kajian keluarga ini.



Kajian Kelurga oleh Balai Dakwah Sragen ini dilaksanakan di Masjid Al Ikhlash gemolong dan bekerjasama dengan takmir pada hari jum'at malam bada shalat tarawih. Dukungan yang cukup luas terhadap BDS dari Masyarakat sekitar terhadap acara ini makin mendorong BDS untuk bisa melakukan program-program yang lain yang lebih bisa bermanfaat kepada masyarakat luas. 
Semaraknya Training Dai Ramadhan Tanon 31 Mei 2015. BDS (13/06) - Alhamdulilah akhirnya pelaksanaan Training Dai Ramadhan  telah terlaksana. Acara berlangsung pada tanggal 31 Mei 2015. Meski sempat mau bertabrakaan dengan acara "mantennan" yang berada dekat lokasi akhirnya acara ngantenannya tidak jadi (mungkin karena merasa tidak enak). Acara TDR ini diselenggarakan atas inisiasi BDS balai Dakwah Sragen terutama sebagai EO utamanya. Bekerjasama dengan Takmir Masjid Gabugan, Badko Tanon, dan menggandeng juga KUA Tanon.


Kata Sambutan dilakukan oleh PJ kepala Desa Gabugan yang memberikan apresiasi terhadap acara ini dan mengharapkan bisa dilakukan secara periodik setiap tahun. sambutan kedua Ketua takmir Masjid Attaqwa yang berharap nanti hasil pelatiahan ini bisa diterpkan terutama pada kultum ramadhan di waktu dekat ini khususnya. Dan kedepannya untuk dakwah secara lebih luas. Sementara rencana sambutan yang ketiga dari ketua BDS urung dilakukan, karena MC nya ternyata lupa sehingga terlewatkan.  
Training Dai ini mengahadirkan pembicara yang cukup kompeten di bidangnya. Bapak Ustadz Dr. Nursalim mengisi tentang Fiqh Dakwah. Materi yang cukup ditekankan mengenai  pentingnya penggunaan teknologi dalam mempercepat perkembangan dakwah. Berbagai macam kemajuan teknologi juga harus bisa memanfaatkan untuk membuat bahan untuk dakwah dengan lebih cepat, namun tetap mempertahankan esensinya.
Semetara Ustadz Taufiqurrahman memberikan materi menejemen dakwah. Petualang dai dari Masaran Ini juga memberikan motivasi bagaimana dakwah yang diemban selalu akan menemui tantangan. Namun tantangan ini justru harus membuat untuk selalu meningkatkan kemampuan dai sehingga bisa mengantisipasi. Sehingga menejemen dakwah menjadi hal yang senantiasa harua terus diterapkan demi mendapatkan hasil yang bisa maksimal.

Sebagai pemateri terakhir adalah Ust. Abdurrahman Annajah dai kondang di Gemolong Raya. Kepala SMP Al Qolam ini membawakan materi yang cukup membuat suasana agak meriah. Dengan menampilkan beberapa video diskripsi dengan suara-suara yang keras, cukup menghalangi peserta training dari rasa kantuk di siang hari. Materi retorika, penguasaan panggung dan berbagai macam teknik tampil di depan mimbar membuat peserta menjadi lebih serius mendengarkannya. Karena inilah masalah yang banyak ditemukan para peserta ketika naik mimbar. Dengan diakhiri simulasi dan doorprise menambah semarak suasana training.

Sekitar jam 14.30 acara selesasai. Peserta yang hadir berjumlah 60 an dan buku kultum ramadhan sebagai salah satu materi terjual 70 an. Mudah mudahan acara ini bisa diselenggarakan periodik sesuai pesannya perangkat desa gabugan . Amin
Aksi Solidaritas Muslim Solo Untuk Rohingya. BDS (22/05) - Ratusan orang menggelar aksi damai di Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo, Jumat 22 Mei 2015 siang ini , aksi ini dimulai setelah melakukan jamaah sholat jum’at, mereka memberikan dukungan adanya perdamaian bagi suku Rohingya di Myanmar.

Pengunjuk rasa tersebut melakukan orasi yang intinya memberikan dukungan aksi perdamaian bagi suku Rohingya, dan sebagai wujud solidaritas terhadap saudara muslim rohingnya yang merupakan warga muslim yang se akidah.

Menurut koordinator aksi , orasi di depan Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo ini adalah untuk memberikan preasure terhadap para penganut agama budha di Solo pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.

Dalam aksi damai ini banyak dibentagkan spanduk dan tulisn yang berisi pesan untuk menghentikan kekerasan terhadap suku etnis Rohingya baik di Myanmar maupun di Bangladesh yang dilakukan oleh para biksu agama Budha yang merupakan mayoritas didaerah tersebut.

Setelah berorasi didepan Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo mereka tidak langsung membubarkan diri, melainkan mereka langsung menuju ke Vihara di Pucangsawit solo untuk menggelar aksi yang sama di Vihara tersebut.
Mengingat Jasa Kartini Para Guru dan Siswa melakukan Sungkem. BDS (22/04) Ada pemandangan berbeda terlihat di halaman SMPN 2 Sragen, Selasa (21/4/2015) pagi. Tak seperti biasanya, hampir semua siswa di SMP yang berada di sebelah timur Kantor Bupati Sragen tersebut, pagi itu terlihat sumringah dengan dandanan kebaya dan beskap lengkap dengan aksesoris ala kejawen.
Tak hanya siswa, semua guru dan karyawan juga menyesuaikan dengan mengenakan busana yang sama. Tak lama berselang, mereka kemudian mengikuti apel bersama memeringati Hari Kartini di halaman sekolah dengan menghadap foto Raden Ajeng Kartini berkalung bunga yang sudah terpampang di depan.
Diawali dari kepala sekolah dan guru, ratusan siswa itu kemudian satu persatu berbaris untuk melakukan sungkem dan sujud di depan foto sebagai tanda penghormatan.
“Ayo satu-satu bergiliran. Beri penghormatan untuk pahlawan emansipasi kita Ibu RA Kartini,” ujar Kasek SMPN 2 Sragen, Natalina DM kepada siswa.
Suasana hening dan khidmat mengiringi jalannya sungkem yang dilakukan ratusan siswa itu. Bahkan, tak sedikit yang menitikkan air mata saking trenyuhnya. Pulihan wali murid juga tampak setia menyaksikan dari balik pagar sekolah. Natalina pun mengakui meski perayaan serupa hampir dihelat setiap tahun.
Jika ide sungkem dan penghormatan kepada RA Kartini itu memang baru dilakukan tahun ini. Meski terkesan sederhana, momen sungkem itu menurutnya bisa amat bermakna.
“Dengan penghormatan ini, setidaknya bisa membawa memori anak-anak dan guru untuk mengenang kembali jasa beliau (Kartini) yang sudah memperjuangkan emansipasi wanita. Sehingga anak-anak tidak lupa dengan jati diri mereka dengan tetap meneladani sifat beliau dan melanjutkan perjuangan beliau,” ucap Natalina.
Selain sungkem, peringatan kemarin juga dimeriahkan dengan serangkaian lomba diantaranya lomba keluwesan untuk memilih Mas dan Mbak SMPN 2 Sragen, lomba lagu keroncong serta lomba bertema lingkungan seperti lomba kebersihan kelas, melukis di tempat sampah, dan masak bagi bapak-bapak.
Selesai pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, seluruh siswa dan guru kemudian berbaur makan nasi pincuk bungkus daun pisang secara bersama-sama di halaman sekolah.
“Selain mengakrabkan suasana antara guru dan siswa, makan nasi pincuk dengan bungkus daun pisang ini juga bagian dari upaya untuk melanjutkan semangat cinta lingkungan. Apalagi SMPN 2 Sragen ini sudah mendapat penghargaan Adiwiyata nasional 2014, dan harapannya ke depan bisa naik menjadi Adiwiyata Mandiri,” tandasnya.
Salah satu siswi kelas VIII, Deasy mengaku terharu dan sangat senang dengan berbagai kegiatan untuk peringatan Hari Kartini di sekolahnya.
Menurutnya dengan berbusana jawa dan menghormat foto Kartini, hal itu akan memberi motivasi bagi siswa untuk senantiasa meneladani sosok Kartini.
Red : "Itu adalah berita yang diambil dari Harian Joglo Semar Selasa 21/04/2015, bagaimanapun ritual seperti ini adalah cara untuk membunuh aqidah siswa, tidak heran mungkin yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP N 2 Sragen yang notabennya adalah seorang Non Muslim (Kristen), tetapi dengan cara seperti ini adalah langkah yang keliru, kelau kita tengok kembali tentang sejarah Islam bagaimana mereka menyembah berhala-berhala mereka, semua dimulai dari menggambar para pendahulu-pendahulunya yang dianggap oraang yang Sholeh, tetapi lambat laun mereka terjebak di jurang kesyirikan dari hanya menggambar, kemudian memajang gambarnya disetiap rumahnya, kemudian akhirnya meminta berkah terhadap gambar-gambar itu dan menyembahnya.

Untuk mengkonfirmasi acara tersebut kami menghubungi salah satu guru Agama Islam di SMP N 2 Sragen melalui sambungan telepon , "memang sebelum acara Kepala Sekolah menginstruksikan kepada seluruh Guru, Karyawan dan siswa-siswinya untuk sungkem dan bersujud, tetapi secara individu memang ada beberapa guru yang tidak melakukannya termasuk saya (Bp. Mursidi –Guru PAI)"  

Jangan Lewatkan Kajian dan Laounching Balai Dakwah Sragen. BDS (26/03) - Dakwah adalah pekerjaan yang memerlukan manajemen dan organisasi yang baik. Setiap manajemen dan organisasi menghajatkan SDM dan sistem yang baik pula. Bahkan dakwah fardiyah sekalipun tetap memerlukan organisasi. Semakin besar hasil yang diharapkan, semakin rumit manajemennya dan kian banyak SDM yang terlibat.

Dakwah yang disampaikan dengan tepat sesuai dengan kondisi masyarakat akan dapat tersampaikan dan lebih mengena. Sebaliknya, dakwah yang disampaikan dengan serta merta tanpa menggunakan fiqh dakwah dan ma'rifatul medan yang baik akan mendapatkan pertentangan dari masyarakat.
"Kebaikan yang tidak tertata akan dapat dikalahkan oleh kejahatan yang tertata"
Untuk itu perlu adanya kerja dakwah yang bersinergi dalam jamaah dan terstruktur dalam dakwah. Lahirnya Balai Dakwah Sragen menjadi sebuah wadah dakwah di wilayah Kabupaten Sragen merupakan upaya untuk mewadahi da'i-da'i ahlussunnah untuk bersama-sama berkarya dalam dakwah.