Aksi Solidaritas Muslim Solo Untuk Rohingya. BDS (22/05) - Ratusan orang menggelar aksi damai di Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo, Jumat 22 Mei 2015 siang ini , aksi ini dimulai setelah melakukan jamaah sholat jum’at, mereka memberikan dukungan adanya perdamaian bagi suku Rohingya di Myanmar.
Pengunjuk rasa tersebut melakukan orasi yang intinya memberikan dukungan aksi perdamaian bagi suku Rohingya, dan sebagai wujud solidaritas terhadap saudara muslim rohingnya yang merupakan warga muslim yang se akidah.
Menurut koordinator aksi , orasi di depan Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo ini adalah untuk memberikan preasure terhadap para penganut agama budha di Solo pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
Dalam aksi damai ini banyak dibentagkan spanduk dan tulisn yang berisi pesan untuk menghentikan kekerasan terhadap suku etnis Rohingya baik di Myanmar maupun di Bangladesh yang dilakukan oleh para biksu agama Budha yang merupakan mayoritas didaerah tersebut.
Setelah berorasi didepan Vihara Maitreya Muni di Kepunton Jebres Solo mereka tidak langsung membubarkan diri, melainkan mereka langsung menuju ke Vihara di Pucangsawit solo untuk menggelar aksi yang sama di Vihara tersebut.
Bagaimana Menjadi Event Organizer (EO) yang Handal... bag 2. BDS (26/03)
4. Mampu Berempati
Empati merupaka suatu sikap seakan akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Kemampuan untuk bisa merasakan inilah yang mampu mempertajam insting seorang EO untuk bisa memberikan pelayanan yang memuaskan. Karena pada prinsipnya seorang EO harus melayani seakan akan melayani dirinya sendiri.
Seorang EO professional harus memiliki rasa empati terhadap semua orang yang hadir di suatu acara baik kepada tamu undangan utama sampai yang sekecil-kecilnya misalnya sopir kendaraan yang mungkin berada jauh dari tempat acara. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kepuasan terhadap pihak yang dilayani. Tentunya ini pula akan mempengaruhi keberlangsungan suatu EO. Prinsip kerja jasa EO adalah memberikan pelayanan terhadap orang lain. Tanpa berempati, pelayanan yang diberikan tak akan menyentuh kebutuhan menyeluruh dari sebuah event.
5. Mempu Bergerak Cepat dalam Mengambil Keputusan.
Seorang yang tidak percaya diri, ragu-ragu dengan tindakan dan keputusannya justru akan menghambat kelancaran kegiatan yang diselenggarakan EO. Meski terkadang sudah dipersiapkan dengan matang , tapi kadang masih juga terjadi sesuatu yang diluar perkiraan. Pemahaman suatu masalah secara cepat ,tepat dan mampu mencari solusi yang terbaik dengan cepat merupakan bagian skill yang harus dikuasai. Karena jika seseorang tidak segera mengambil keputusan dan merasa takut mengambil keputusan maka kemungkinan besar justru kegagalan suatu acara bisa terjadi. Tentunya semua keputusan harus dipikirkan secara matang-matang, bukan dengan ceroboh. Seseorang harus bisa memperhitungkan efek positif dan negative suatu keputusan. Planning-planning darurat harus selalu dipersiapkan untuk mengantisipasi keadaan di luar perhitungan.
6. Mempunyai ide-ide kreatif
Dalam suatu EO ide-ide kreatif dan berkembang akan menjadi suatu sumber referensi yang segar. Dengan banyaknya rangkaian acara dalam suatu kegiatan maka ide-ide kreatif sangat diperlukan untuk membuat suatu pelaksanaan acara bisa lebih efektif dan efisien. Dengan menerapkan ini maka penghematan baik waktu, biaya, tenaga dan lain-lain bisa didapatkan. Tetapi tidak sampai mengurangi kualitas keberhasilan suatu acara.
Apalagi kalau melihat persaingan dalam bisnis EO maka ide kreatif menjadi suatu nafas gerakan EO yang tidak bisa ditinggalkan. Persaingan-persaingan akan memacu mereke terus-menerus untuk menggali ide kreatif. Apalagi banyak tuntutan dari para konsumen atau pihak yang dilayani ingin mendapatkan service service terbaru yang beda dengan yang lain dan lebih baik. Kepuasan dari si pengguna jasa akan mempengaruhi keberlangsungan EO di masa depan.
Demikianlah beberapa karakter yang harus dimiliki seorang EO. Tidak ada karekter EO yang langsung bisa dimiliki. Tapi dengan ikhtiar yang keras serta terus menerus berlatih dan memperbaiki skill, maka insha Allah karakter seorang EO bisa dimiliki. Amin.
Ditulis Dwi Anton.BC
Bagaimana Menjadi Event Organizer (EO) yang Handal... bag 1. BDS (15/03) - EO pada saat ini menjadi suatu kebutuhan yang semakin banyak dicari. Di era sekarang dengan banyaknya bermunculan suatu lembaga, organisasi, komonitas, badan usaha dan lain-lain sangat membutuhkan suatu menejer pelaksanaan yang profesional dari suatu kegiatan.
Ditambah lagi dengan semakin banyak pula seseorang yang ingin praktis dalam melakukan suatu “hajatan”. Dari mulai pesta pernikahan, seminar,reunian, sampai kepada sunatan masal, kajian-kajian keagamaan/bedah buku dan kegiatan missal lainnya. Sehingga mereka sangat membutuhkan suatu tim yang solid, terlatih dan sudah menguasai teknik pelaksanaan kegiatan tersebut. EO merupakan profesi yang berhubungan dengan massa dan khalayak ramai maka diperlukan karakter khusus yang menunjang. Tentunya karakter ini harus dipelajari dan dijadikan kebiasaan sehingga akan memberikan hasil yang memuaskan ketika menjadi EO suatu acara. Beberapa karakter yang harus dimiliki diantaranya adalah sebagai berikut ;
1. Mampu mengorganisasi dan mengkoordinasi.
Suatu acara tentunya terdiri dari renteten kegiatan demi kegiatan yang saling terkait, berkesinambungan bahkan bisa kadang bersamaan waktu pelaksanaanya. Seorang EO harus benar - benar tahu secara terperinci bagian demi bagian dari acara tersebut. Tahapan kegiatan, urut –urutan waktu kegiatan, pembagian tugas anggota tim, alat –alat yang harus digunakan dan lain-lain secara detail harus dikuasai seorang EO. Kemudian mampu untuk menjalankan secara baik, lancar bahkan sudah menjadi gerakan reflek. Tentunya hal ini tidak akan terjadi secara instan begitu saja tapi bisa melalui dipelajari dan dilatih secara terus-menerus. Dengan persiapan yang matang insha Allah acara bisa dilaksanakan dengan lancar dan bisa meminimalkan kesalahan. Tidak ada manusia yang terlepas dari salah, sehingga jika kesalahan-kesalahan terjadi bisa dijadikan ibrah/pelajaran sehingga mampu untuk memperbaikinya.
2. Mampu Bekerja sama
EO merupakan sekumpulan orang professional yang tergabung dalam suatu Tim Work. Tentunya antara satu orang dengan orang yang lain sangat berkaitan tugasnya dan saling mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan suatu acara. Kelancaran suatu kegiatan akan mempengaruhi kegiatan yang lain. Sehingga sikap saling kerjasama, saling memahami ,saling pengertian akan membuat suasana pelaksanaan kegiatan terasa nyaman. Termasuk juga ketika seseorang anggota EO mengalami halangan/kesulitan maka yang lainnya mampu untuk membantu bahkan memback up tugasnya. Hal ini juga akan berlaku untuk antar tim work dalam suatu EO jika itu suatu EO yang besar. Bisa dibayangkan jika dalam tim EO tidak mampu bekerjasama, maka suasana menjadi tidak nyaman dan tidak kondusif, masing-masing berkerja dengan saling curiga dan tidak saling percaya dan tidak bisa bersinergi. Sehingga akhirnya akan jadi amburadurlah acara yang diselenggarakan.
3. Bijaksana
EO tidak hanya butuh kerjasama, namun sikap bijaksana harus selalu ditekankan. Potensi konflik bisa saja terjadi karena ketidaktahuan, ketidak sepahaman, miskomunikasi dan sebab lainnya. Tentunya di sini memerlukan sikap yang “bijaksana” dalam menyelesaikan konflik ini. Berfikir dengan kepala dingin harus selalu diutamakan dalam menyelesaikan konflik tersebut. Berbagai macam faktor yang mempengaruhi konflik harus bisa menjadi perhatian dan pertimbangan. Sehingga keputusan penyelesaian bisa diambil secara baik dan terutama bisa memuaskan semua pihak. Paling tidak bisa diterima dari pihak-pihak yang berkonflik.
Konflik tidak hanya bisa terjadi antar anggota tim EO, tetapi juga bisa antar tim work dalam suatu EO bahkan juga bisa terjadi dengan pihak yang dilayani EO. Tentunya pengalaman dan jam terbang dalam suatu EO akan sangat membantu menyelesaikan suatu masalah secara bijaksana sehingga mampu berakhir dengan baik....bersambung.
Ditulis Dwi Anton.BC
Pengaruh Dakwah lewat Sebuah Tulisan. BDS (28/02) - Dalam tayangan Kick Andy pernah ditayangkan seorang laki-laki yang bisu dan tidak tampan melamar seorang akhwat cantik dan diterima. Ketika ditanya mengapa akhwat ini mau menerima suaminya itu. Ia menjawab, “Saya membaca buku mbak Asma Nadia Serial Aisyah Putri.Buku ini mengubah cara pandang saya, sejak membaca buku itu saya mematok kriteria calon suami bukan fisiknya tapi keshalehannya.” Subhanallah, beginilah hasil dakwah melalui cerita. Ada juga rumah tangga yang hampir bercerai tidak jadi bercerai setelah membaca buku Asma Nadia, Sakinah bersamamu, catatan hati seorang istri dan catatan hati yang cemburu.
Ada juga yang frustasi dan hamper bunuh diri. Ia sudah memacu motornya sekencan-kencangnya berharap untuk tabrakan. Entah kenapa tiba-tiba dia berhenti di depan sebuah toko buku.
Dia berhenti lalu membaca buku Catatan Hati di Setiap Doaku dari Asma Nadia. Mulai terbit secercah harapan. Iapun memutuskan tidak jadi bunuh diri lalu mengirim e-mail kepada Mbak Asma Nadia menceritakan kejadian ini.
Subhanallah. Tahun 2010 juga ada yang mengirim inbox ke saya. Dia berkata, “Mas Agung anak saya langganan ikutan lomba dan langganan kalah. Dia sering membaca kiriman tulisan dari Komunitas Bisa! (Grup Motivasi-pen), ketika hampir putus asa dia membaca tulisan mas Agung yang judulnya, ;Gagal: Bisa jadi Anda akan Mensyukurinya beberapa tahun mendatang’ akhirnya semangatnya bangkit lagi.
“Dia lalu mengikuti Lomba menulis essay. Sekarang Alhamdulillah anak saya berada di Jepang selama 6 bulan sebagai hadiah lomba itu. Terima kasih Mas Agung. Terus menulis ya, untuk memotivasi teman-teman!”
Subhanallah. Beginilah dakwah melalui tulisan. bisa sangat berpengaruh. Apalagi kalau tulisan ini sudah difilm-kan atau disinetronkan akan berdampak lebih luas karena di Indonesia minat menonton masih jauh lebih tinggi daripada minat baca. So, apalagi yang Anda tunggu? Mulailah menulis sejak sekarang!
Oleh: Agung Pribadi (penulis buku Gara Gara Indonesia)