Latest Post

INFO EVENT PEKAN INI 



Hadiri Kajian Keluarga setiap Ahad ke 4 
Di Sekretariat Balai Dakwah Sragen Komplek Masjid Al-Ikhlas
Gemolong Sragen 
Hari Ahad, 24 Mei 2015 
Pembicara Ust. Suyatno (Pakar Ruqyah Syar'iyah dari Sragen)
Jam 13.00 WIB.  

Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam besabda “perlihatkan pada ku Ruqyah kalian, dan tidak apa-apa melakukan ruqyah selama tidak mengandung unsur syirik (HR. Muslim)
Mengapa Pendidikan Itu Penting. BDS (17/05) - Islam, agama yang sempurna, sangat memperhatikan pertumbuhan generasi. Untuk itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kita agar memilih istri shalihah, penuh kasih sayang dan banyak keturunannya. Dari istri-istri yang shalihah ini, diharapkan terlahir anak-anak yang shalih-shalihah, kokoh dalam beragama. Sehingga Islam menjadi kuat dan musuh merasa gentar. Demikianlah, ibu memiliki peran yang dominan dalam membangun pondasi dan mencetak generasi, karena dialah yang akan mendidik anak-anak dalam ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. 




Perhatian Islam lainnya yang terkait dan ikut berpengaruh dengan pendidikan anak, yaitu Rasulullah menganjurkan agar orang tua memberi nama yang baik terhadap anak-anaknya. Suatu nama akan turut memberi pengaruh pada anak. Sehingga banyak riwayat yang menjelaskan Rasululah merubah beberapa nama yang tidak sesuai dengan Islam. 



Ketegasan Islam dalam mendidik ini, juga bisa dikaji dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa ketika anak menginjak usia tujuh tahun, hendaklah kedua orang tua mengajarkan dan memerintahkan anak-anaknya untuk melakukan shalat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :



مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ 

Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah jika enggan melakukan shalat bila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka. [HR Abu Dawud, dan dishahîhkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abi Dawud, no. 466] 

Perintah mengajarkan shalat, berarti juga mencakup hal-hal berkaitan dengan shalat. Misalnya, tata cara shalat, thaharah, dan kewajiban shalat berjama'ah di masjid, sehingga anak bisa lebih dekat dan akrab dengan kaum Muslimin. 

Adapun pukulan pada anak, Islam memperbolehkan para orang tua untuk memukul, jika anak malas dan enggan melakukan sholat. Tetapi hendaklah diperhatikan, pukulah tersebut dalam batas-batas tarbiyah (pendidikan), dengan syarat bukan pukulan yang membahayakan, dan bukan pula pukulan mainan, sehingga tidak ada pengaruh apapun. Di antara tujuannya, supaya anak merasakan hukuman bila ia melakukan kemaksiatan meninggalkan shalat. 

Namun kita lihat pada masa ini, pukulan, sebagai salah satu wasilah dalam tarbiyyah, banyak ditinggalkan para orang tua. Dalih yang disampaikan, karena rasa sayang kepada anak. Padahal rasa sayang yang sebenarnya harus diwujudkan dengan diberi pendidikan. Dan salah satunya dengan dipukul saat anak melakukan perbuatan maksiat. 

Rasulullah juga memerintahkan para orang tua supaya memisahkan tempat tidur anak-anak yang telah memasuki usia sepuluh tahun. Maksud pemisahan ini, ialah untuk menghindari fitnah syahwat. 

Oleh karena itu, jika orang tua orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anaknya saat mereka tidur, lalu bagaimana saat mereka keluar dari rumah dan bergaul dengan masyarakat? Maka tentu orang tua memiliki tanggung jawab yang lebih besar lagi. Orang tua harus senantiasa mengawasi anak-anaknya, menjauhkannya dari teman dan pergaulan yang buruk lagi menyesatkan. Karena tarbiyah tidak hanya ketika berada rumah saja, namun juga ketika anak-anak berada di luar rumah. Sebagai orang tua harus mengetahui tempat dan dengan siapa anak-anaknya bergaul. Ingatlah, orang tua adalah pemimpin, ia akan diminta tanggung jawabnya. 

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban tentang yang kalian pimpin. [Muttafaqun 'alaih].

Kebaikan anak menjadi penyebab kebaikan, khususnya bagi orang tua dan keluarganya, dan secara umum untuk kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ 

Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kedua orang tuanya [HR at-Tirmidzi].

Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan seorang anak dengan kebaikan dan ketaatannya, memiliki manfaat dan pengaruh yang besar bagi para orang tua baik, ketika masih hidup maupun sesudah meninggal dunia. Ketika orang tua masih hidup, sang anak akan menjadi hiburan, kebahagiaan dan qurrata-a'yun (penyejuk hati). Dan ketika orang tua sudah meninggal dunia, maka anak-anak yang shalih senantiasa akan mendoakan, beristighfar dan bersadaqah untuk orang tua mereka. 
Sebaliknya, betapa malang orang tua yang anaknya tidak shalih dan ia durhaka. Anak yang durhaka tidak bisa memberi manfaat kepada orang tuanya, baik ketika masih hidup maupun saat sudah meninggal. Orang tua tidak akan bisa memetik buahnya, kecuali hanya kerugian dan keburukan. Keadaan seperti ini bisa terjadi jika para orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan atau tarbiyyah anak-anaknya. 

Salah satu contoh dalam tarbiyah yang benar, yaitu hendaklah para orang tua bersikap adil terhadap semua anak-anaknya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita.

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ 

Maka bertakwalah kalian semua kepada Allah dan berbuatlah adil kepada anak-anakmu. [HR Imam al-Bukhâri]

Pernah terjadi, ketika salah seorang sahabat memberi kepada sebagian anak-anaknya, kemudian ia menghadap kepada Rasulullah supaya beliau n bersedia menjadi saksi. Maka beliau n bertanya: “Apakah semua anakmu engkau memberi yang seperti itu?”

Dia menjawab,"”Tidak,” kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Carilah saksi selain diriku, karena aku tidak mau menjadi saksi dalam keburukan. Bukankah akan bisa membahagiakanmu, apabila engkau memberikan sesuatu yang sama?” 

Dia menjawab :”Ya,” maka kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :” Maka lakukanlah!”

Anehnya, ada sebagian orang tua, manakala dinasihati tentang tarbiyah anak, justru melakukan sanggahan. Orang tua ini mengatakan bahwa kebaikan ada di tangan Allah, atau hidayah terletak di tangan Allah. Memang benar hidayah berada di tangan Allah, sebagaiaman firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. [al-Qashash/28:56]. 

Namun yang perlu diperhatikan, faktor yang menjadi penyebab adanya kebaikan dan hidayah, ialah karena peran orang tua. Apabila para orang tua telah berperan secara maksimal dan telah menunaikan kewajibannya dalam tarbiyah, maka hidayah berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala . Sedangkan jika orang tua lalai dan mengabaikan tarbiyah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan balasan dengan kedurhakaan dan keburukan kepada anak. Ingatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menyebabkan anak menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi [HR Imam al-Bukhâri].

Disinilah kita harus memahami secara benar, betapa besar peran orang tua terhadap anak. Orang tua memiliki tanggung jawab membentuk keimanan dan karakter anak. Dari orang tua itulah akan terwujud sosok kepribadian seorang anak. 

Akhirnya, marilah kita menjaga fitrah anak-anak kita. Yaitu fitrah di atas kebenaran dan kebaikan. Karena semua yang kita lakukan atas diri anak, akan diminta pertanggungjawabnya di hadapan Allah Azza wa Jalla . 

Perhatian terhadap anak merupakan perkara yang teramat penting dan pertanggungjawaban yang besar di hadapan Allah. Oleh karena itu, para manusia terbaik, yaitu para nabi senantiasa mendoakan kebaikan untuk diri dan anak keturunan mereka. 

Nabi Ibrahim Alaihissallam berdoa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih. [ash-Shafât/37:100]

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau, dan (jadikanlah) di antara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [al-Baqarah/2:128

Nabi Zakariya Alaihissallam berdoa:

قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Rabbnya seraya berkata, "Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa". ['Ali 'Imran/3:38]. 

Begitu juga dengan para salaf pendahulu kita, mereka berdoa: 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [al-Furqân/25:74].

Demikianlah para nabi, meskipun memiliki kedudukan dan dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala , mereka tetap saja senantiasa berdoa penuh harap, memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar dianugerahi keturunan yang shalih dan shalihah, maka bagaimana dengan kita? Tentunya, kita tergerak dan lebih bersemangat melakukannya.

Oleh karena itu, marilah kita berdoa dan selalu berusaha memberikan pendidikan dan tarbiyah kepada anak-anak kita dengan berlandaskan din (agama) yang shahîh dan lurus.

Q.s Al Ahqof ayat 15 
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri".


Fauzan al-Fauzan, 
Mengingat Jasa Kartini Para Guru dan Siswa melakukan Sungkem. BDS (22/04) Ada pemandangan berbeda terlihat di halaman SMPN 2 Sragen, Selasa (21/4/2015) pagi. Tak seperti biasanya, hampir semua siswa di SMP yang berada di sebelah timur Kantor Bupati Sragen tersebut, pagi itu terlihat sumringah dengan dandanan kebaya dan beskap lengkap dengan aksesoris ala kejawen.
Tak hanya siswa, semua guru dan karyawan juga menyesuaikan dengan mengenakan busana yang sama. Tak lama berselang, mereka kemudian mengikuti apel bersama memeringati Hari Kartini di halaman sekolah dengan menghadap foto Raden Ajeng Kartini berkalung bunga yang sudah terpampang di depan.
Diawali dari kepala sekolah dan guru, ratusan siswa itu kemudian satu persatu berbaris untuk melakukan sungkem dan sujud di depan foto sebagai tanda penghormatan.
“Ayo satu-satu bergiliran. Beri penghormatan untuk pahlawan emansipasi kita Ibu RA Kartini,” ujar Kasek SMPN 2 Sragen, Natalina DM kepada siswa.
Suasana hening dan khidmat mengiringi jalannya sungkem yang dilakukan ratusan siswa itu. Bahkan, tak sedikit yang menitikkan air mata saking trenyuhnya. Pulihan wali murid juga tampak setia menyaksikan dari balik pagar sekolah. Natalina pun mengakui meski perayaan serupa hampir dihelat setiap tahun.
Jika ide sungkem dan penghormatan kepada RA Kartini itu memang baru dilakukan tahun ini. Meski terkesan sederhana, momen sungkem itu menurutnya bisa amat bermakna.
“Dengan penghormatan ini, setidaknya bisa membawa memori anak-anak dan guru untuk mengenang kembali jasa beliau (Kartini) yang sudah memperjuangkan emansipasi wanita. Sehingga anak-anak tidak lupa dengan jati diri mereka dengan tetap meneladani sifat beliau dan melanjutkan perjuangan beliau,” ucap Natalina.
Selain sungkem, peringatan kemarin juga dimeriahkan dengan serangkaian lomba diantaranya lomba keluwesan untuk memilih Mas dan Mbak SMPN 2 Sragen, lomba lagu keroncong serta lomba bertema lingkungan seperti lomba kebersihan kelas, melukis di tempat sampah, dan masak bagi bapak-bapak.
Selesai pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah, seluruh siswa dan guru kemudian berbaur makan nasi pincuk bungkus daun pisang secara bersama-sama di halaman sekolah.
“Selain mengakrabkan suasana antara guru dan siswa, makan nasi pincuk dengan bungkus daun pisang ini juga bagian dari upaya untuk melanjutkan semangat cinta lingkungan. Apalagi SMPN 2 Sragen ini sudah mendapat penghargaan Adiwiyata nasional 2014, dan harapannya ke depan bisa naik menjadi Adiwiyata Mandiri,” tandasnya.
Salah satu siswi kelas VIII, Deasy mengaku terharu dan sangat senang dengan berbagai kegiatan untuk peringatan Hari Kartini di sekolahnya.
Menurutnya dengan berbusana jawa dan menghormat foto Kartini, hal itu akan memberi motivasi bagi siswa untuk senantiasa meneladani sosok Kartini.
Red : "Itu adalah berita yang diambil dari Harian Joglo Semar Selasa 21/04/2015, bagaimanapun ritual seperti ini adalah cara untuk membunuh aqidah siswa, tidak heran mungkin yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP N 2 Sragen yang notabennya adalah seorang Non Muslim (Kristen), tetapi dengan cara seperti ini adalah langkah yang keliru, kelau kita tengok kembali tentang sejarah Islam bagaimana mereka menyembah berhala-berhala mereka, semua dimulai dari menggambar para pendahulu-pendahulunya yang dianggap oraang yang Sholeh, tetapi lambat laun mereka terjebak di jurang kesyirikan dari hanya menggambar, kemudian memajang gambarnya disetiap rumahnya, kemudian akhirnya meminta berkah terhadap gambar-gambar itu dan menyembahnya.

Untuk mengkonfirmasi acara tersebut kami menghubungi salah satu guru Agama Islam di SMP N 2 Sragen melalui sambungan telepon , "memang sebelum acara Kepala Sekolah menginstruksikan kepada seluruh Guru, Karyawan dan siswa-siswinya untuk sungkem dan bersujud, tetapi secara individu memang ada beberapa guru yang tidak melakukannya termasuk saya (Bp. Mursidi –Guru PAI)"  
Cara Kirim File  tanpa  Internet dan Bluetooth. BDS (11/04) - Untuk kalian yang aktif sebagai pengguna smartphone (android khususnya), mengirim data seringkali jadi hambatan, Apalagi melihat kondisi jaringan internet di Indonesia yang kurang memadai atau sebelum kirim data harus paired Bluetooth teman terlebih dahulu. Kalaupun ada jaringan Internet, mengirim dokumen besar pun memakan banyak kuota. Repot dan Boros !



Selain menggunakan Bluetooth, hambatan para pengguna smartphone untuk kirim data seperti musik, video, atau foto ke teman biasanya terdapat pada jaringan internet. Kebetulan sekitar kita sedang tidak ada jaringan Wi-Fi, mau pakai data seluler untuk kirim foto juga sayang kuota. Jadi, apa ada alternatif lain untuk kirim data-data yang berukuran besar ? berikut ini saya posting tentang Cara kirim file dengan Smartphone tanpa menggunakan Internet maupun Bluetooth.

Untuk mengatasi masalah ini, kuncinya terdapat pada Zapya. Aplikasi ini sangat unik, Bayangkan saja, dalam skala 100 meter, tanpa internet atau jaringan WLAN, dengan kecepatan transfer 128 kali lipat dari Bluetooth, kirim segala jenis data dengan segala size tentu bukan lagi jadi masalah. Dan lagi, Zapya juga tersedia untuk PC. Kalian dapat mem-back-up data dan mengirim data tanpa harus menggunakan kabel USB. Praktis bukan? Selain itu, Zapya ada Bahasa Indonesia, loh! Jadi untuk Indonesian user, Zapya sangat praktis untuk kalian para smartphone’ers yang memiliki kualitas internet yang kurang baik. Aplikasi ini gratis dan dapat kalian download di Google Play

Jangan Lewatkan Kajian dan Laounching Balai Dakwah Sragen. BDS (26/03) - Dakwah adalah pekerjaan yang memerlukan manajemen dan organisasi yang baik. Setiap manajemen dan organisasi menghajatkan SDM dan sistem yang baik pula. Bahkan dakwah fardiyah sekalipun tetap memerlukan organisasi. Semakin besar hasil yang diharapkan, semakin rumit manajemennya dan kian banyak SDM yang terlibat.

Dakwah yang disampaikan dengan tepat sesuai dengan kondisi masyarakat akan dapat tersampaikan dan lebih mengena. Sebaliknya, dakwah yang disampaikan dengan serta merta tanpa menggunakan fiqh dakwah dan ma'rifatul medan yang baik akan mendapatkan pertentangan dari masyarakat.
"Kebaikan yang tidak tertata akan dapat dikalahkan oleh kejahatan yang tertata"
Untuk itu perlu adanya kerja dakwah yang bersinergi dalam jamaah dan terstruktur dalam dakwah. Lahirnya Balai Dakwah Sragen menjadi sebuah wadah dakwah di wilayah Kabupaten Sragen merupakan upaya untuk mewadahi da'i-da'i ahlussunnah untuk bersama-sama berkarya dalam dakwah.

Bagaimana Menjadi Event Organizer (EO) yang Handal... bag 2. BDS (26/03) 
4.  Mampu Berempati
Empati merupaka suatu sikap  seakan akan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.  Kemampuan untuk bisa merasakan inilah yang mampu mempertajam insting seorang EO untuk bisa memberikan pelayanan yang memuaskan. Karena pada prinsipnya seorang EO harus melayani seakan akan melayani dirinya sendiri.
Seorang EO professional harus memiliki  rasa empati terhadap semua orang yang hadir di suatu acara baik kepada tamu undangan utama sampai yang sekecil-kecilnya misalnya sopir kendaraan yang mungkin berada jauh dari tempat acara. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kepuasan terhadap pihak yang dilayani. Tentunya ini pula akan mempengaruhi keberlangsungan suatu EO. Prinsip kerja jasa EO adalah memberikan pelayanan terhadap orang lain. Tanpa berempati, pelayanan yang diberikan tak akan menyentuh kebutuhan menyeluruh dari sebuah event.

5.  Mempu Bergerak Cepat dalam Mengambil Keputusan.
Seorang yang tidak percaya diri, ragu-ragu dengan tindakan dan keputusannya justru akan menghambat kelancaran kegiatan yang diselenggarakan EO. Meski terkadang sudah dipersiapkan dengan matang , tapi kadang masih juga terjadi sesuatu yang diluar perkiraan. Pemahaman suatu masalah secara cepat ,tepat dan mampu mencari solusi yang terbaik dengan cepat merupakan bagian skill yang harus dikuasai.  Karena jika seseorang tidak segera mengambil keputusan dan merasa takut mengambil keputusan maka kemungkinan besar justru kegagalan suatu acara bisa terjadi. Tentunya semua keputusan harus dipikirkan secara matang-matang, bukan dengan ceroboh. Seseorang harus bisa  memperhitungkan efek positif dan negative suatu keputusan. Planning-planning darurat harus selalu dipersiapkan untuk mengantisipasi keadaan di luar perhitungan.

6.   Mempunyai ide-ide kreatif
Dalam suatu EO ide-ide kreatif dan berkembang akan menjadi suatu sumber referensi yang segar. Dengan banyaknya rangkaian acara dalam suatu kegiatan maka ide-ide kreatif sangat diperlukan untuk membuat suatu pelaksanaan acara bisa lebih efektif dan efisien. Dengan menerapkan ini maka penghematan baik waktu, biaya, tenaga dan lain-lain bisa didapatkan. Tetapi tidak sampai mengurangi kualitas keberhasilan suatu acara.
Apalagi kalau melihat persaingan dalam bisnis EO maka ide kreatif menjadi suatu nafas gerakan EO yang tidak bisa ditinggalkan. Persaingan-persaingan akan memacu mereke terus-menerus untuk menggali ide kreatif. Apalagi banyak tuntutan dari para konsumen atau pihak yang dilayani ingin mendapatkan service service terbaru yang beda dengan yang lain dan lebih baik. Kepuasan dari si pengguna jasa akan mempengaruhi keberlangsungan EO di masa depan.

Demikianlah beberapa karakter yang harus dimiliki seorang EO. Tidak ada karekter EO yang langsung bisa dimiliki. Tapi dengan ikhtiar yang keras serta terus menerus berlatih dan memperbaiki skill, maka insha Allah karakter seorang EO bisa dimiliki. Amin.

Ditulis Dwi Anton.BC


Hujan es disertai angin kencang Terjadi di Gemolong. BDS (25/03) -  Selasa 24 Maret 2015 di wilayah Gemolong dan sekitarnya terjadi hujan deras disertai angin kencang dan hujan es yang sebesar setengah kelereng, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung kurang lebih sekitar dua puluh menit, walaupun hanya sebentar tetapi kerusakan akibat hujan disertai angin tersebut begitu besar.

Banyak rumah warga yang rusak ditempa angin, salah satunya adalah rumah Bapak Samsuri di Desa Ngembat Padas yang rusak pada bagian atapnya karena tak kuasa menahan kencangnya angin. Bahkan bukan hanya rumah  saja, tetapi banyak pepohonan disekitar wilayah Gemolong dan sekitarnya  tumbang karena tidak kuat menahan kencangnya angin yang begitu kuat.


Akibat peristiwa tersebut jalur listrik di wilayah Gemolong sempat padam dalam beberapa jam, dari sore sampe malam hari.

Peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua, betapa besar kekuasaan Allah terbukti hanya dengan angin tetapi bisa memporak-porandakan apa yang ada disekitar kita, semoga ada hikmah dibalik peristiwa ini dan menjadikan bertambahnya iman kita kepada Allah.


Reporter : Tri Atmanto